Rasanya gatal sekali jari jemari ini untuk mengabadikan momen Hening yang sudah bisa bilang R dengan segala adaptasinya yang menggemaskan. Ceritanya pertengahan Ramadhan kemarin, selepas berbuka puasa, tiba-tiba Hening bilang kalo dia sudah bisa bilang R. Lalu dia menunjukkan ke kami dengan mengucapkan eeeerrrrrrrrr yang panjang. Tentunya kami menyambut dengan gembira dan tepuk tangan meriah ketika dia memamerkan kemampuan barunya.
Pada awal dia bisa mengucapkan R, pelafalan huruf tersebut masih terdengar samar. Namun yang paling lucu menurut saya adalah ketika dia harus beradaptasi kembali untuk membedakan penggunaan huruf L dan R. Apalagi jika huruf tersebut terdapat dalam 1 kata. Seperti misalnya kata Lari. Namun dia mengucapkannya Rari, kadang Rali. Wkwkwkwkwk. Saya pikir ketika anak sudah bisa bilang R, dia akan otomatis mengucapkan R pada tiap kata yang terdapat huruf tersebut. Ternyata tidak. Kami masih tetap harus membantunya untuk beradaptasi dan membetulkan pengucapan kata yang dia gunakan.
Seperti misalnya, saat kami membaca majalah bersama. Dalam majalah tersebut terdapat gambar kelinci yang diberi wortel oleh singa. Lalu dia tanya, “Kok kelincinya dikasih worter sama singanya?” Lalu saya membetulkan pengucapannya dengan berkata, “Wor-tel, dek.” Kemudian Hening mengikuti pelafalan tersebut dengan pelan dan dipisah, wor tel. Tapi ketika kata wortel diucapkan dengan lebih cepat dan tanpa jeda, dia masih salah mengucapkannya. Dia bilang, “Woter.” Hahahahahahahahahah. Ah, ternyata dalam setiap milestone yang dicapai oleh seorang anak, dia masih harus tetap beradaptasi dengan pencapaian tersebut dan mempraktekannya terus menerus agar mahir. Semacam otot yang harus terus dilatih biar makin kuat.
Sejujurnya selama ini saya nggak pernah menstimulasi Hening agar bisa mengucapkan kata R. Bahkan saya tidak tahu seperti apa stimulasi yang harus dilakukan. Hanya saja ketika kami ngobrol, saya menekankan huruf R pada kata yang terdapat huruf tersebut. Seperti misalnya Rrrrrusa. Jadi huruf R pada sebuah kata kami tekankan dengan mengucapkan kata R lebih panjang. Ya, tentu nggak selalu begitu ya. Capek juga kalo ngomong kayak gitu terus. Wkwkwkwk. Sesekali aja. Atau mungkin stimulasi yang didapat Hening selama di Rupinsya ngasi pengaruh juga ke kemampuan dia untuk bisa bilang R(?). Saya juga nggak tau ya. Namun yang pasti semua berkat rahmat Allah ya. Segala ikhtiar hanya wasilah. Tidak ada hal yang terjadi terlalu cepat ataupun lambat.
Sudah hampir sebulan sejak Hening bisa mengucapkan huruf R. Sekarang pengucapannya sudah terdengar jelas. Tapi Hening masih tetap harus beradaptasi dalam menggunakan huruf R dan membedakan pengucapan R dan L dalam sebuah kata.
Semangat, Hening! Selamat bertumbuh ❤.






Post a Comment
Post a Comment